Jurnal Refleksi Ke 14
JURNAL REFLEKSI MINGGU KE – 14
OLEH :
SUGANDI, S.Pd.I
CGP ANGKATAN 6
UPTD SDN 4 PATARUMAN KOTA BANJAR
Assalamualaikum Wr. Wb Bapak Ibu Guru hebat di Indonesia berjumpa kembali dalam catatan perjalanan saya selama sepekan mingikuti Program Guru Penggerak pada modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik yaitu dalam jurnal mingguan tepatnya di minggu ke -14. Pada mingguini saya akan menulis jurnal dengan metode 4C (Connection, Challenge,Concept, Change)
CONNECTION
Dalam sepekan ini agenda perjalanan guru penggerak diawali dengan kegiatan Refleksi Terbimbing, Kemudian Demonstrasi Kontekstual dan dilanjutkan dengan Elaborasi bersama instruktur. Dari serangkaian kegiatan tersebut semua membahas materi coaching. Setelah saya melakukan refleksi dan praktik coaching baik dengan murid maupun rekan sejawat, maka banyak keterkaitan coaching dengan peran sebagai guru penggerak. Diantaranya peran sebagai menjadi coach bagi guru lain untuk pembelajaran yang berpusat pada murid, begitu juga terhadap murid untuk meningkatkan potensi murid.
CHALLENGE
Setelah melakukan refleksi saya merasa tertantang untuk melakukan sebuah improvisasi dalam praktik coaching yang saya lakukan pada demonstrasi kontekstual dengan rekan sejawat. Untuk melakukan pembimbingan pada seorang rekan sebaya,sangat dibutuhkan ketrampilan dalam mendengarkan dan disini seorang coach harus dapat menahan dan mengendalikan egonya. Menyamakan kata kunci dalam diskusi secara spontan juga merupakan sebuah tantangan. Bagaimana menyamakan persepsi dan menuntun seseorang yang usianya sejajar dengan kita membutuhkan ketrampilan dan ketelatenan.
CONCEPT
- Coaching merupakan proses menuntun coachee untuk menemukan dan menggali potensinya
- Coaching memiliki paradigma apresiasi,rencana aksi,tulus dan inkuiri fokus pada membangun kekuatan yang dimiliki coachee
- Pada coaching model TIRTA menggunakan komunikasi yang memberdayakan dalam artian melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama 4. Komunikasi asertif,menjadi pendengar yang baik,bertanya efektif dan umpan balik adalah ketrampilan dalam komunikasi yang memberdayakan
CHANGE
Setelah saya berelaborasi, melakukan praktik coaching dan membuat refleksi atas kegiatan praktik tersebut. Maka terdapat perubahan penting dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran, menghilangkan kendala-kendala dengan melakukan coaching pada komunitas sekolah sesuai model TIRTA. Agar potensi-potensi yang tidak terduga dapat nampak dan bergerak untuk sebuah aksi.

Komentar
Posting Komentar