KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN DIFERENSIASI
SUGANDI, S.Pd.I
CGP Angkatan 6
Kota Banjar
A.
Pembelajaran Berdiferensisasi
Pembelajaran
berdiferensiasi ialah pembelajaran yang dilaksanakan berdasarkan kebutuhan
belajar Murid. Setiap Murid memiliki karakter, gaya belajar,minat belajar dan
pemahaman yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Untuk itu kita
sebagai seorang pendidik tidak bisa memberikan perlakuan yang sama antara satu
murid dengan murid yang lain. Untuk itu diperlukan usaha untuk memetakan dan
memahami kebutuhan belajar setiap Murid. Langkah-langkah yang harus dilakukan
dalam memahami kebutuhan belajar setiap Murid adalah dengan cara :
1.
Memantau kesiapan belajar (readiness)
Yaitu dengan
menghitung kapasitas Murid untuk mempelajari materi baru. Dalam memantau
kesiapan belajar, kita sebagai pendidik dapat menggunakan cara dengan
memberikan mereka pretest atau pertanyaan pematik yang terkait dengan pokok
bahasan materi yang akan dibahas. Namun sebelumnya seorang pendidik hendaknya
sudah menyampaikan kepada Murid tentang materi pertemuan berikut.
2.
Minat Belajar Murid.
Minat adalah salah
satu motivator penting bagi setiap Murid untuk dapat 'terlibat aktif' dalam
proses pembelajaran. Minat belajar merupakan ketertarikan Murid terhadap
sesuatu yang dianggap menarik. Disini seorang pendidik dapat memberikan suatu
masalah pematik yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu dari Murid. Namun tidak
semua Murid mempunyai minat yang sama, untuk itu kreatifitas seorang pendidik
dalam memilih materi ajar dan media ajar agar terlihat menarik dan unik bagi Murid.
3.
Memahami Profil belajar Murid.
Memahami Profil
belajar Murid ini merupakan pendekatan yang disukai oleh Murid untuk belajar,
yang dipengaruhi oleh gaya berpikir, kecerdasan, budaya, latar belakang, jenis
kelamin, dll. Dalam memahami profil belajar Murid dapat dilakukan melalui
metode visual, auditoring, enistetik. Melaui metode ini kita sebagai seorang
pendidik dapat memahami profil belajar dengan gaya tersendiri.
Diferensiasi Sesuai
Kebutuhan Murid.
Ada 3 fokus dalam menerapkan
pembelajaran berdiferensiasi yaitu dengan cara :
a.
Diferensiasi
konten; merupakan pembelajaran yang mengacu pada kemampuan pengetahuan dan
keterampilan.
b.
Diferensiasi
proses; merupakan pembelajaran yang mengacu pada kesiapan belajar murid,
gaya belajar, minat, ataupun pendekatan emosional.
c.
Diferensiasi
produk; keluaran, tagihan dari yang diharapkan dari murid apa yang telah
dipelajari.
Sebagai guru, kita
semua tentu tahu bahwa murid akan menunjukkan kinerja yang lebih baik jika
tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan keterampilan dan pemahaman yang mereka
miliki sebelumnya (kesiapan belajar). Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu
keingintahuan seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan
bagi mereka untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar).
Sesuai dengan konsep merdeka belajar, dimana siswa diberi keleluasaan yang
ditentukan oleh kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran berdifferensiasi
merupakan pembelajaran yang paling tepat untuk menggali potensi siswa.
Mengapa kita
melakukan Pembelajaran Berdiferensiasi?
Tujuan pembelajaran yang
didefinisikan secara jelas
1. Merespon
kebutuhan belajar murid
2. lingkungan
belajar yang “mengundang’ murid untuk belajar
3. Manajemen
kelas yang efektif
4. Penilaian
berkelanjutan
B.
Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya
dengan Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara
Fiosofi Pembelajaran Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa pendidikan harus berpihak pada murid. Hal ini selaras dengan pembelajaran berdiferensiasi, dimana pembelajaran berorientasi kepada kebutuhan murid
C. Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya dengan Nilai dan Peran Guru Penggerak
Dalam memetakan
kebutuhan belajar murid dibutuhkan guru yang memiliki nilai reflektif terhadap
proses pembelajaran yang sudah dilaluinya bersama murid; harus inovatif membuat
media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid; dan harus mampu
berkolaborasi dengan murid, sesama guru, dan orang tua murid untuk mendapatkan
informasi tentang karakter belajar murid.
D.
Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya
dengan Visi Guru Penggerak
Guru Penggerak memiliki
Visi untuk melakukan perubahan positif pada pembelajaran yang berpihak pada
murid. melalui strategi pendekatan Inquiry Apresiatif, guru akan menemukan
kekuatan yang dimilikinya untuk mewujudkan VISI tentang murid impiannya
E.
Pembelajaran berdiferensiasi, kaitannya
dengan Budaya Positif
Dalam pembelajaran
berdiferensiasi, guru memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk
lingkungan yang positif. Lingkungan yang positif terwujud karena adanya budaya
positif yang lahir dari disiplin internal dalam komunitas belajar.
Komentar
Posting Komentar