JURNAL DWIMINGUAN MODUL 2.2
JURNAL REFLEKSI MODUL 2.2
PEMBELAJARAN KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL
1. Fact (Fakta)
a. Eksplorasi
Konsep Mandiri
Ekplorasi konsep yang dilakukan secara mandiri tentang berapa
konsep yaitu 1) kesadaran penuh (mindfulness) merupakan bagaimana seseorang
mengaitkan antara perhatian atau unsur pikiran, keinginan yang memiliki maksud
dan kebaikan serta keingintahuannya terhadap kegiatan fisik yang sedang
dikerjakan saat itu; 2) Ada 5 kompetensi sosial-emosional yaitu kesadaran diri,
pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan sosial dan pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab; 3) berkesadaran penuh dalam pembelajaran lima
kompetensi sosial-emosional dapat kita kombinasikan dalam tiga ruang lingkup
melalui kegiatan rutin yaitu kegiatan di luar jam pembelajaran atau kegiatan
yang bersifat non akademik seperti kegiatan membaca Quran sebelum jam pelajaran
dimulai, kegiatan membaca buku favorite selama maksimal 10 menit sebelum pulang
atau setelah jam pembelajaran dilaksanakan, kegiatan yang diintegrasikan ke
dalam pelajaran seperti melakukan refleksi setiap akhir pelajaran untuk
menggali akan kebermaknaan materi yang telah dipelajari, melakukan pembelajaran
kooferatif untuk menumbuhkan kesadaran social dan rasa empati sesame teman.
Teman yang sudah memiliki tingkat pemahaman yang lebih akan suatu konsep
membantu dan berbagi pengetahuan dengan teman yang belum memahaminya, Kegiatan
Protokol yaitu kegiatan yang sudah terbiasa dilakukan dan dijadikan
kesepakatan-kesepakatan warga sekolah serta secara mandiri diterapkan peserta
didik sebagai respon karena adanya situasi tertentu seperti membiasakan
mengucapkan sapaan-sapaan humanis untuk membiasakan warga sekolah untuk
mengucapkan kata-kata positif dan meminimalisir ujaran negatif, membudayakan
rasa hormat menghormati dan menghargai teman ketika sedang berbicara.
Untuk mendalami materi di atas dalam eksplorasi mandiri setiap CGP
diberikan beberapa pertanyaan untuk menggali lebih dalam terkait materi
pembelajaran social emosional dari hakitat PSE, pentingnya PSE, 5 kompetensi
social emosional, latihan berkesadaran penuh, hubungan otak dengan latihan
berkesadaran penuh, dan manfaat berkesadaran penuh.
b. Eksplorasi
Konsep -- Forum Diskusi
Penerapan 5 kompetensi sosial --
emosional :
1.
Kesadaran
diri : Pengenalan Emosi
Ketika seseorang mengalami gejolak emosi tertentu maka orang
tersebut harus menamai emosi apa yang terjadi. Seperti merasa marah,
merasa sedih atau merasa kecewa.
2.
Pengelolaan
diri : Mengelola Emosi dan Fokus
Bertumpuknya pekerjaan yang harus dikerjakan secara bersamaan akan
menyebabkan hilangnya focus dan munculnya ketegangan. Seseorang yang mengalami
kondisi tersebut perlu menenangkan pikiran dengan menarik napas panjang.
Kondisi tenang yang terbentuk akan mengembalikan focus dan emosi jadi
terkendali sehingga dapat melanjutkan aktivitas dan focus terhadap pekerjaan
selanjutnya.
3.
Kesadaran
social : keterampilan berempati
Keterampilan yang muncul dari diri seseorang ketika seseorang telah
mengenali emosi yang terjadi dan mengelola emosinya sehingga dapat berpikir
dengan tenang dan mulai untuk memahami lingkungan di sekitarnya. Mulai
merasakan apa yang orang lain alami dan mencoba memposisikan dirinya terhadap
posisi yang orang lain sedang alami. Sehingga dalam menghadapi orang bukanlan
tindakan penghukuman akan tetapi kepedulian dan empati yan muncul.
4.
Keterampilan
berhubungan social : resiliensi
Keterampilan yang berusaha untuk menjadikan kesulitan itu sebagai
kekuatan untuk bangkit dan mencari solusi dalam menyelesaikan suatu
permasalahan dengan tidak menghindari dan menghilangkan kesulitan. Dalam
menyelesaikan kesulitan seseorang dapat mendayagunakan sumber daya lenting
seperti potensi dan kekuatan apa yang dimiliki untuk menyelesaikan kesulitan,
bagaimana keadaan saya sekarang memunginkan tidak untuk menghadapi kesulitan
tersebut dan selanjutnya apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikan konflik
tersebut.
5.
Pengambilan
keputusan yang bertanggung jawab)
Kemampuan yang muncul akibat dari pembiasaan dan pelatihan secara
konsisten untuk tidak reaktif menghadapi sebuah permasalahan akan tetapi selalu
dengan pertimbangan yang matang dengan analisi seluruh aspek sebelum mengambil
sebuah langkah dan keputusan, apa saja yang bisa dijadikan option solutif yang
disertai akibat-akibat yang akan muncul.
c. Ruang
Kolaborasi -- Pengerjaan
Secara kelompok kecil berkolaborasi dan berdiskusi melalui vitual
google meet menyusun teknik-teknik dalam menerapkan pembelajaran 5 kompetensi
sosial dan emosional dalam 3 ruang lingkup (rutin, terintegrasi dalam mapel,
dan protokol) sesuai dengan jenjang pendidikan masing-masing. Saya berkelompok
dengan Ibu Farida, ibu Murni, ibu Rukayah dan kami berbagi ide dan
pemikiran terkait tentang tabel penerapan teknik kompetensi social emosional di
sekolah kami masing-masing yang pernah diterapkan atau mungkin ide inspiratif
yang akan diterapkan di masa depan.
d. Ruang
Kolaborasi -- Presentasi
Mempresentasikan teknik-teknik dalam menerapkan pembelajaran 5
kompetensi sosial dan emosional sesuai dengan jenjang pendidikan yang
dibagi menjadi tiga jenjang : jenjang pertama TK/PAUD jenjang kedua SD,
jenjang ketiga SMP dan Jenjang ke empat SMP dan SMA
2. Feeling
(Perasaan)
Saat mempelajari materi baru saya merasa bersyukur termasuk bagian
dari perubahan karena saya jadi tahu bagaimana mengenali serta mengendalikan
emosi dan kesulitan, bagaimana menyikapi peserta didik dengan memunculkan rasa
empati bukan penghukuman. Muncul rasa bahagia tatkala berdiskusi dengan Calon
guru penggerak lain terkait materi pembelajaran Sosial emosional karena
tercerahkannya pemikiran. Berbagi pengalaman pengimplementasian parktik baik
yang mampu mengarahkan peserta didik untuk bahagia dan merdeka
3. Benefit
(Manfaat)
Merubah mindset menambah wawasan dan pengalaman harus proses dalam
menyelesaikan kesulitan, tidak reaktif akan tetapi reaktif, pikir secara matang
tidak teburu-buru dan menciptakan suasan tenang dalam berpikir dan bertindak.
Setelah mempelajari materi PSE ini saya jadi mengetahui bagaimana untuk
mengembalikan focus dan mengintegrasikan pembelajaran social emosional dalam
kelas, kegiatan sekolah dan budaya positif. Inspirasi dan motivasi diperoleh
dengan berdiskusi dengan calon guru penggerak lain pada sesi diskusi,
pengerjaan, dan presentasi bagaiman PSE itu diterapkan di sekolah.
4. Cautions
(Kendala)
Jaringan internet yang putus nyambung sehingga materi tidak
tersampaikan begitu jelas. Rada kesulitan jika diminta untuk menanggapi karena
terkadang tidak terdengar jelas apa yang barusan disampaikan. Merubah mindset
teman sejawat dan peserta didik tidak semudah yang kita bayangkan membutuhkan
proses yang cukup menyita energy dan pemikiran. Tetapi tidak boleh menyerah
harus terus berproses supaya terjadinya perubahan kondisi. Keadaan yang sesuai
dengan harapan.
5. Creativity
(Ide/Gagasan)
Akan mencoba untuk mengimplementasikan pembelajaran Sosial
emosional di kelas dan menshare praktik baik ini kepada warga sekolah lainnya
sehingga perubahan akan lebih cepat dirasakan murid. Diperlu diadakannya
kolaborasi, membuka ruang pikiran untuk berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman
dengan seluruh warga sekolah khususnya guru-guru untuk mengciptakan ekosistem
pendidikan yang berpusat pada anak dengan menerapkan pembelajaran social
emosional.
6. Process
(Kesimpulan)
Sebagai calaon guru penggerak untuk mampu menciptakan merdeka
belajar harus memulai dari diri sendiri bergerak dengan mengimplementasikan
social emosional dalam pembelajaran, selanjutnya menggerakan warga sekolah
dengan membuat komunitas paraktisi yang mampu bersinergi untuk menciptkan
ekosistem pendidikan yang berpihak pada murid.
Komentar
Posting Komentar