Jurnal Refleksi Dwimingguan ke 12
JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 12
24 AGUSTUS 2022 -25 NOVEMBER 2022
OLEH :
SUGANDI, S.Pd.I
CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN 6
UPTD SDN 4 PATARUMAN KOTA BANJAR
MODEL GAYA ROUND ROBIN
1. APA YANG PALING DIKUASAI
2. APA YANG BELUM DIKUASAI
3. APA YANG MEMBINGUNGKAN
PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIANAL
Pembahasan di atas sejalan dengan peran pendidik yang disampaikan Ki Hajar Dewantara. Pendidik adalah penuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Pemikiran KHD tersebut mengingatkan bahwa tugas pendidik sebagai pemimpin pembelajaran adalah menumbuhkan motivasi mereka untuk dapat membangun perhatian yang berkualitas pada materi dengan merancang pengalaman belajar yang mengundang dan bermakna. Kita merencanakan secara sadar pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dibutuhkan murid-murid untuk mewujudkan kekuatan (potensinya). Pembelajaran yang memberikan mereka pengalaman untuk dapat mengeksplorasi dan mengaktualisasikan seluruh potensi dalam dirinya setinggi-tingginya, baik sebagai manusia maupun anggota masyarakat agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan.
Kesadaran akan proses pendidikan yang dapat menuntun tumbuh kembang murid secara holistik sudah menjadi perhatian pendidik sejak lama. Kesadaran ini berawal dari teori Kecerdasan Emosi Daniel Goleman, dikembangkanlah CASEL (Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning) pada tahun 1995 (www.casel.org) sebagai konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE). Konsep PSE berdasarkan berdasarkan kerangka CASEL tersebut dikembangkan Daniel Goleman bersama sekelompok pendidik, peneliti, dan pendamping anak. Pembelajaran sosial emosional berbasis penelitian ini, bertujuan untuk mendorong perkembangan anak secara positif dengan program yang terkoordinasi antara berbagai pihak dalam komunitas sekolah.
Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat:
1. Memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran diri)
2. Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)
3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)
5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)
Kerangka kompetensi pembelajaran sosial dan emosional CASEL menggunakan pendekatan yang sistematis yang menekankan pada pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang tepat serta terkoordinasi untuk meningkatkan pembelajaran akademik, sosial, dan emosional semua murid. Pendekatan pembelajaran sosial dan emosional melalui kemitraan/kerjasama sekolah-keluarga-komunitas untuk membentuk lingkungan belajar dan pengalaman yang bercirikan hubungan/relasi yang saling mempercayai dan berkolaborasi, kurikulum dan instruksi belajar yang jelas dan bermakna, dan evaluasi secara berkala.
- Kesadaran Diri: kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan.
- Manajemen Diri: kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi
- Kesadaran Sosial: kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda
- Keterampilan Berelasi: kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif
- Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompok
1. APA YANG PALING DIKUASAI
Pada jurnal refleksi minggu ke - 12 mempelajari materi Pembelajaran Sosial dan Emosional yang dimulai dari Pendahuluan, dilanjutkan Mulai dari Diri dan Eksplorasi Konsep Pembelajaran dengan 5 kasus yang dialami oleh Bapak Eling dengan menerapkan Kompetensi Sosial dan Emosional. Dalam pembelajaran sosial dan emosional yang saya pelajari adalah : Kesadaran Diri - Pengenalan Emosi Pengelolaan Diri – Mengelola Emosi dan Fokus untuk Mencapai Tujuan Kesadaran Sosial - Keterampilan Berempati Keterampilan Berelasi – Kerja Sama dan Resolusi Konflik Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab. Pembelajaran yang paling saya kuasai adalah pembelajaran yang mengacu pada kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning)
2. APA YANG BELUM DIKUASAI
Pada pembelajaran minggu ini, materi pembelajaran sosial dan emosioanal yang belum saya pahami yaitu mengenai teknik STOP dan kerangka POOCH
3. APA YANG MEMBINGGUNGKAN
Pada materi pembelajaran minggu ini yaitu Pembelajaran Sosial dan Emosional menurut saya tidak ada materi yang membinggungkan, karena materi ini sudah sering saya alami dalam kehidupan sehari hari. Dengan materi ini, diharapkan saya dapat mengontrol sosial dan emosional dalam menjalankan tugas sehari-hari

Komentar
Posting Komentar