Jurnal Refleksi Ke 13
JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 13
OLEH :
SUGANDI, S.Pd.I
CGP ANGKATAN 6
UPTD SDN 4 PATARUMAN KOTA BANJAR
1. FACT ( PERISTIWA )
Senin – Kamis , 28 November – 01 Desember 2022 EKPLORASI KONSEP
Memasuki subbab modul 2 ,pada materi 2.3 Coaching saya mulai bereksplorasi di LMS melalui materi dan video yang disediakan. Sebuah pengalaman baru tentang kegiatan coaching,definisi, perbedaanya dengan mentoring dan konselling. Banyak ilmu yang saya peroleh pada tahap eksplorasi ini terutama cara berkomunikasi.
Jum’at, 2 Desember 2022 RUANG KOLABORASI LATIHAN
Pada sesi kolaborasi ini saya dan rekan CGP lainnya membentuk kelompok,melakukan latihan dan memilih peran sebagai coach,coachee, ataupun pengamat secara bergantian pada tiga kasus yang disediakan.
Senin, 5 Desember 2022 RUANG KOLABORASI PRAKTIK
Pada kegiatan praktik berkolaborasi, masing-masing kelompok melakukan praktik coaching model TIRTA sesuai kasus yang dipilihnya dari tiga kasus yang disediakan kemudian ditanggapi dan saling berdiskusi dengan kelompok lainnya
2. FEELINGS ( PERASAAN )
Perasaan yang saya alami dalam sepekan pada minggu ke-13 PGP ini adalah...
Saya semakin hari semakin mantap dan semangat dengan materi - materi yang dipelajari pada setiap modulnya. Karena setiap materinya berisi praktik pembelajaran dan penerapannya dalam menangani murid-murid dan membudayakan berbagai praktik baik mulai dari diri sendiri dan orang lain. Proses coaching menurut saya, jika saya sebagai murid sangat mungkin sekali membangun dan meningkatkan motivasi belajar dan berkarya, karena saya dapat menemukan jati diri saya dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi
3. FINDINGS ( PEMBELAJARAN )
Pembelajaran yang saya peroleh selama sepekan terakhir
Memulai praktik baik setelah mengenal teori coaching, perbedaannya dengan konseling dan mentoring. Kemudian tehnik-tehnik berkomunikasi dan unsur-unsur yang menunjang proses coaching memberikan saya pemahaman yang mendalam dan pengetahuan yang terbuka tentang konsep pembinaan terhadap murid yang seharusnya dilakukan oleh guru. Saya juga mendapatkan ilmu berkomunikasi dengan orang lain yang kedudukannya sejajar bahkan lebih tinggi di atas saya,agar meminimalisasikan munculnya konflik di lingkungan kerja
4. FUTURE ( PENERAPAN )
Penerapan dari pembelajaran sepekan ini
Pada hakikatnya proses coaching tidak hanya digunakan untuk mencari solusi dari sebuah masalah saja. Mengingat coaching adalah kolaborasi antara coach dengan coachee yang mengeksplor potensi coach untuk mencapai sebuah tujuan, maka proses ini sangat baik jika diterapkan ke dalam kelas-kelas oleh guru dan murid agar murid-murid dapat membangun rasa percaya diri pada murid sekaligus jiwa yang mandiri. Jika proses coaching diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar tentu hasil belajar akan menjadi lebih baik karena setiap murid - murid dipandu untuk mengeluarkan potensi-potensi yang dimilikinya.
Komentar
Posting Komentar