Jurnal Refleksi Dwimingguan Ke 11

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN KE-11

OLEH :


SUGANDI, S.Pd.I

CGP ANGKATAN 6

UPTD SDN 4 PATARUMAN KOTA BANJAR

REFLEKSI MODUL 1.1 SAMPAI MODUL 3.3

Jurnal refleksi pada Pendidikan Guru Pengerak ditulis setiap dua minggu sekali, dikenal dengan istilah dwi-mingguan. Jurnal refleksi kali ini adalah jurnal refleksi dwi mingguan yang ke-11, yang mencakup ringkasan refleksi dari modul 1.1 sampai pada modul 3.3, dan merupakan penghujun dari jurnal refleksi selama program pendidikan guru penggerak dan merupakan gambaran pengalaman secara umum selama mengikuti program guru penggerak. Format penulisan menggunakan model 4-F yaitu Fact, Findings, Feelings dan Future.

1. FACT
Akhirnya program pendidikan guru penggerak Angkatan 6 akan berakhir, setelah hampir terselesaikannya semua pembelajaran dalam LMS, pendampingan individu dan lokakarya. Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Pembelajaran pada PGP Angkatan 6 ini berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Terdapat tiga paket yang di dalamnya masih terbagi lagi dalam beberapa paket. Selain menyelesaikan pembelajaran secara daring melalui LMS dengan didampingi oleh fasilitator Ibu Patimah Barkat, S.Pd, CGP juga melaksanakan kegiatan lokakarya dan pendampingan individu bersama Pengajar Praktik Bapak Dede Darusman, S.Pd., M.Pd. Jumlah lokakarya sebanyak tujuh kali, begitupun juga dengan pendampingan individu yang dilakukan sebanyak tujuh kali. Dalam sesi tatap muka ini banyak sekali yang dipelajari oleh CGP baik yang berasal dari Pengajar Praktik maupun dari rekan CGP kelompok lain. Hal tersebut karena PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (sembilan) bulan. Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping. Pada paket modul satu dengan judul “Paradigma dan Visi Guru Penggerak” diawali dengan kegiatan tes awal modul yang dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2022. Modul satu ini dibagi menjadi empat bagian sub modul, yaitu 1.1) Refleksi Filosofi Pendidikan Nasional – Ki Hadjar Dewantara; 1.2) Nilai dan Visi Guru Penggerak; 1.3) Visi Guru Penggerak; 1.4) Budaya Positif. Setiap sub modul tersebut, diselesaikan dengan alur belajar M-E-R-D-E-K-A, yaitu M-ulai dari diri; E-ksplorasi konsep; R-uang kolaborasi; D-emonstrasi kontekstual; Elaborasi pemahaman; K-oneksi antar materi; dan A-ksi Nyata. Guru selaku pendidik harus mengetahui peran pentingnya dalam dunia Pendidikan. Sebagai akhir paket modul, CGP diminta mengerjakan tes akhir, dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 24 Oktober 2022. Paket modul dua yang berjudul “Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid” juga diawali dengan tes awal modul yang dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2022. Seperti halnya paket modul satu, paket modul dua ini juga dibagi menjadi sub-sub modul, yaitu 2.1) Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid; 2.2) Pembelajaran Sosial dan Emosional; 2.3) Coaching untuk Supervisi Akademik. Masih sama pula dengan paket modul satu, paket modul dua juga diselesaikan dengan menggunakan alur belajar M-E-R-D-E-K-A. Pada kesempatan belajar kali ini, CGP selaku seorang pendidik, belajar bagaimana bisa menerima keberagaman murid. Kemudian, bagaimana pentingnya seorang pendidik membantu mengarahkan murid untuk melakukan kontrol emosi diri. CGP juga belajar bagaimana melaksanakan kegiatan supervisi akademik dengan pendekatan coaching. Tes akhir paket modul dua dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2022. Paket modul 3 merupakan paket modul terakhir yang dilaksanakan oleh CGP, memiliki judul “Pemimpin Pembelajaran dalam Pengembangan Sekolah”. Dalam sub modul paket tiga inilah, CGP dibimbing tentang bagaimana pola pikir pemimpin yang seharusnya, dengan tetap mengutamakan keberpihakan pada murid, sikap seorang pemimpin ketika dihadapkan pada permasalah pelik, dimana keduanya memiliki nilai benar dan benar (dilema etika), agar keputusan yang ditetapkan merupakan hasil yang paling bijak dan tepat. Sub-modul tersebut antara lain: 3.1) Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin; 3.2) Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya; 3.3) Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid. Tes awal modul dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 01 Februari 2023, sedangkan tes akhir modul dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 16 Maret 2023. Kegiatan Lokakarya dilaksanakan sebagai bentuk kegiatan tatap muka antara CGP dengan CGP dari kelompok lain, yang berada di Kota Banjar. Acara tersebut didampingi secara langsung oleh masingˇmasing pengajar praktik kelompok. Dalam prosesnya, CGP melakukan kegiatan berkelompok dan individu, baik dengan anggota kelompok maupun dengan kelompok lainnya. Proses penyampaian materi disertai dengan praktik langsung sehingga CGP dapat lebih memahami serta memiliki gambaran untuk menerapkanya di lapangan. Sesuai alur dan jumlahnya, CGP akan melakasanakan kegiatan lokakarya dengan total pertemuan sebanyak tujuh kali, dimana sampai saat ini sudah terlaksana lima kali lokakarya dan satu lokakarya orientasi. Dengan jadwal sebagai berikut :
1. Lokakarya  Orientasi tanggal 3 September 2022 secara daring 
2. Lokakarya 1 tangga 24 September 2022 di SMP 1 Banjar 
3. Lokakarya 2 tanggal 5 November 2022 di SDN 3 Balokang 
4. Lokakarya 3 tanggal 3 Desember 2022 di SDN 2 Balokang 
5. Lokakarya 4 tanggal 25 Februari 2023 di SDN 1 Purwaharja 
5. Lokakarya 5 tanggal 18 Maret 2023 di SDN 3 Balokang 
Pendampingan Individu adalah bentuk pendampingan CGP secara langsung oleh Pengajar Praktik. Saya dengan rekan satu kelompok lainnya (Pa Sugandi, S.Pd.I, Bu Tika Sumantika, S.Pd, Bu Elin Marlina, S.Pd, Bu Anisa Nurbasari, S.Pd.I dan Bu Vina Amelia, S.Pd) dibimbing dan didampingi oleh Bapak Dede Darusman, S.Pd., M.Pd. Selama melakukan pendampingan, Pak Dede banyak memberikan penguatan konsep serta praktik baik di lapangan. Saya merasa, proses pendampingan terlaksana dengan menggunakan metode coaching. Prosesnya berjalan dengan santai namun serius, beliau menggunakan bahasa yang santai namun sopan, karena beliau ingin menjalin kemitraan, bukan kesenioritasan.

2. FEELINGS
Perasaan saya setelah mengikuti serangkaian Pendidikan guru penggerak sampai dengan akhir periode jurnal ini ditulis (21 Maret 2023) adalah merasa senang dan bangga. Rangkaian program Pendidikan guru penggerak ini terlaksana kurang lebih selama enam bulan, dalam kurun waktu tersebut tentu bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Kami para CGP harus sangat pintar dalam membagi waktu, karena kami bukan hanya konsentrasi sebagai calon guru penggerak saja, namun juga sebagai seorang Pendidik yang berkewajiban menyertai proses pembelajaran bersama murid. Awalnya cukup kesulitan, karena deadline tagihan dan pembelajaran LMS yang harus kami lengkapi, kadangkala berbarengan dengan kebutuhan administrasi kami sebagai guru. Proses yang kami jalani selama proses Pendidikan Guru Pengerak (PGP) diharapkan menjadi latihan bagi kami, agar memiliki ketangguhan dan daya juang dalam menjalankan tugas dan pengembangan diri, semoga ke depannya lebih bisa lebih baik lagi dalam menjalankan tugas sebagai guru, yang dapat membimbing dan memotivasi murid untuk menjadi orang-orang yang tangguh dan bertanggung jawab. Saya sebagai seorang guru merasa senang, karena banyak sekali mendapatkan pengalaman dan ilmu baru. Wawasan dan sudut pandang saya pun juga terbuka luas, dan mengalami perubahan terutama tentang bagaimana melihat dan mengembangkan pembelajaran, pendidikan serta berkaitan dengan murid. Yang awalnya saya berpikir baku, kini saya lebih berpikir fleksibel, misalnya kalau pada waktu yang lalu saya berpikir bahwa anak-anak itu seperti halnya kertas kosong namun sekarang saya lebih berpikir bahwa anak bukanlah kertas kosong namun sudah ada goresan-goresan pola dan guru mempunyai kewajiban untuk menebalkan pola yang masih samar tersebut, guru seumpama petani yang hanya bisa menuntun potensi yang dimiliki oleh murid-muridnya. Secara umum materi dalam program Pendidikan guru penggerak ini saling berkaitan satu dengan yang lainnya, serta saling berkesinambungan, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perubahan paradigma pada guru tentang pembelajaran dan murid sebagai langkah strategis dalam memperbaiki pendidikan nasional, karena guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan.

3. FINDINGS
Proses pembelajaran dalam PGP ini memberi saya pengetahuan serta ilmu baru. Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan baik dalam bentuk teori maupun praktik. Pada paket modul satu, membuka pikiran dan pandangan saya tentang pembelajaran, pendidikan, murid dan peran yang harus dilakukan oleh guru dalam pembelajaran dan pendidikan. Faktanya seluruh anak (murid) unik dengan potensi dirinya masing masing, pendidikan bagi anak-anak harusnya dikembangkan sesuai dengan kodrat pada anak-anak dan kodrat lingkungan serta kodrat zaman yang melingkupi kehidupan anak-anak. Guru penggerak memiliki peran dan nilai yang selaras dengan posisinya sebagai seorang pendidik. Seorang guru juga harus memiliki nilai-nilai dan peran yang dapat mendorong terselenggaranya pendidikan yang baik bagi pengembangan potensi murid dan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru juga harus memiliki visi untuk pengembangan pendidikan di masa yang akan datang yang akan menjadi motivasi besar bagi guru dalam mewujudkan lingkungan pembelajaran dengan budaya positif yang dapat mendukung dalam meningkatkan kompetensi murid, dalam lingkungan yang aman dan nyaman sehingga pendidikan dapat mencapai tujuannya untuk mewujudkan manusia yang selamat dan bahagia. Dalam memandang sesuatu penting bagi seorang pendidik untuk lebih fokus pada adanya kelebihan murid dan sekolah, bukan hanya melihat kekurangan, berbasis pada aset atau modal yang telah dimiliki. Dalam pembelajaran juga guru perlu memperhatikan keanekaragaman potensi dan karakteristik murid dilihat dari kesiapan belajar, profil belajar dan minat murid, yaitu dengan mempraktikkan pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran berdiferensiasi dapat dilakukan dengan menerapkan strategi diferensiasi konten, produk dan hasil. Dan juga pentingnya melakukan dan mengidentikasi pembelajaran sosial emosional. Saya menjadi tahu, bahwa sebenarnya saya selaku pendidik tidak bisa mengendalikan atapun mengontrol diri dan emosi murid, namun bisa mengarahkannya, karena sejatinya yang bisa mengendalikan diri adalah dirinya sendiri. Dalam upaya membangkitkan kesadaran diri, sama seperti memunculkan motivasi intrinsik murid, hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip coaching. Selanjutnya dalam PGP ini saya juga mendapatkan wawasan berkaitan dengan kepemimpinan, bahwa seorang pemimpin bukalah posisinya yang mudah dijalankan, karena sering kali mendapat situasi yang tidak harapkan (situasi dilematika). Namun apapun itu, seorang pemimpin harus dapat mengambil keputusan yang terbaik. Sebelum mengambil keputusan tentu harus membuat identifikasi terlebih dahulu dengan memperhatikan seluruh komponen yang ada. Sebagai pemimpin pembelajaran, Guru haruslah mampu mengambil keputusan yang dapat mengakomodir seluruh kalangan murid, bukan semata keinginan diri. Faktor keberpihakan pada murid menjadi point penting yang harus selalu dipikirkan dan dijadikan pedoman, baik dalam membuat keputusan ataupun dalam merancang sebuah program yang berorientasi pada murid.

4. FUTURE
Secara umum menurut saya Program Pendidikan guru penggerak ini merupakan kegiatan yang sangat positif. Menurut saya akan lebih baik lagi jika program guru penggerak ini bisa diikuti oleh seluruh guru di Indonesia, karena dalam program ini banyak hal positif yang akan didapatkan oleh guru. Kedepannya saya akan berusaha menjadi seorang pendidik yang dapat menerapkan ilmu-ilmu dari Pendidikan guru penggerak ini dengan bijak sesuai dengan kondisi lingkungan tempat saya mengajar. Saya juga ingin memperbaiki serta meningkatkan kompetensi saya, agar mampu menjadi seorang Pendidik yang mumpuni dan professional. Semoga apa yang saya pelajari dan dapatkan dari program Pendidikan guru ini dapat bermanfaat bagi diri saya sendiri, instansi dan tentunya bagi murid-murid saya. Selain itu Pendidikan Guru Penggerak diharapkan dapat memberikan kontribusi pada bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan murid

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Refleksi Dwimingguan ke 12

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

JURNAL DWIMINGUAN MODUL 2.2