Jurnal Refleksi Modul 2.1

 

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.1 

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

 

SUGANDI, S.Pd.I

CALON GURU PENGERAK ANGKATAN 6

KOTA BANJAR

 

 

Kegiatan Refleksi sebagai bagian dari menilai diri sendiri merupakan bagian penting bagi kita untuk melihat sejauh mana potensi dan kompetensi yang sudah kita miliki, hal apa saja yang perlu diperbaiki dan  ditingkatkan agar ke depannya kita dapat meningkatkan kompetensi diri kita. Pada refleksi kali ini saya tertarik menggunakan model 4 P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

Dalam modul 2.1 ini ada beberapa aktivitas pembelajaran yaitu :

·         2.1.a.5.2. Ruang Kolaborasi 2 Google Meet; 

·         2.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Modul 2.1; 

·         2.1.a.7. Demonstrasi Kontekstual - Modul 2.1; dan 

·         2.1.a.8. Elaborasi Pemahaman - Modul 2.1. 

 

Peristiwa

Aktivitas pada minggu ini diawali mempelajari modul 2.1 kami belajar mandiri melalui LMS kemudian dilanjutkan dengan kediatan diskusi di LMS dan dalam ruang kolaborasi  kami beserta fsilotator membagi tugas kelompok untuk mendiskusikan sebuah video simulasi pembelajaran berdiperensiasi  SD, SMP, dan SMA dan kami mendiskuiskan dan  mempresentasikan hasil kolaborasi yaitu bahan peresentasi berupa powerpoint dalam kegiatan ini kami saling berinteraksi dan tanya jawab dengan CGP lain dan Ibu Fatimah Barkat sebagai fasilitator memberikan penguatan presentasi kami . dalam pembelajaran berdiferensiasi harus memunculkan kebutuhan belajar murid (Kesiapan belajar (readiness) murid, Minat murid dan Profil belajar murid) dan strategi diferensiasi konten, proses, dan produk.

Aktivitas selanjutnya Refleksi terbimbing dalam kegiatan ini kami diminta  untuk menjawab beberapa pertanyaan pemantik yang makin memperkuat kami meningkatkan pemahaman terkait pembelajaran berdiferensiasi. Disesi  ini kami CGP menggali lebih dalam konsep pembelajaran berdiferensiasi. Pembelajaran Berdiferensiasi merupakan proses siklus mencari tahu tentang siswa dan merespons belajarnya berdasarkan perbedaan.

Ketika guru terus belajar tentang keberagaman siswanya, maka pembelajaran yang profesional, efesien, dan efektif akan terwujud. Selanjutnya pada demonstrasi kontekstual, kami diminta membuat Rencana pembelajaran berdiferensiasi dan mengevaluasi efektivitas RPP yang dibuat oleh sesama rekan CGP. (peer assessment). 

Secara umum, pembelajaran minggu ini memberikan saya pemahaman dan pengalaman dalam menyusun RPP untuk memfasilitasi keragaman siswa. Dalam menyusun RPP berdiferensiasi, awalnya saya mengalami kendala dalam menetapkan strategi yang digunakan. Dengan masukan rekan CGP dan bimbingan dari fasilitator, saya bisa menyelesaikan satu RPP berdiferensiasi yang akan saya terapkan dalam pembelajaran.

 

Perasaan

Pada modul 2.1 tentang pembelajaran berdiferensiasi ini, saya  sangat bahagia dan senang sekali karena ini menjadi penguat bagi saya pribadi  sebagai guru Pendidikan Agama Islam yang selama ini kadang  melaksanakan pembelajaran di kelas lebih banyak berfokus pada praktek dari  materi-materi yang ada di  kurikulum,  mengelompokkan anak secara berjenjang dimana kelompok yang  memiliki kemampuan lebih sering menjadi tutor sebaya bagi anggota kelompok yang kurang, sehingga berdampak kepada  faktor  ketuntasan materi kadang sedikit terlambat sesuai rencana dan program semester yang telah kita buat.  Saya akui  dalam penerapan pembelajaran diferensiasi  belum jauh dari maksimal,   karena terkadang  mengabaikan bahwa ada banyak keragaman kebutuhan belajar anak didik dalam satu kelas, juga keterbatasan pemahaman kita tentang pembelajaran diferensiasi. Hal ini semakin menyadarkan dan menguatkan diri saya, bahwa belajar adalah menuntun anak didik  mencapai tujuan, dan tentu sebagai  guru tidak bisa memaksa masing-masing anak  untuk meniti jalan yang sama dalam  proses mencapai tujuannya, namun guru dituntut bisa memfasilitasi anak  dengan berbagai jalan alternatif-alternatif yang sesuai dengan kebutuhan murid, seperti yang diharapkan dalam pembelajaran diferensiasi.

 

Pembelajaran

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan hal baru bagi saya. Pembelajaran berdiferensiasiini adalah salah satu aplikasi nyata bagaimana seorang guru harus menghamba pada anak adalah mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi terhadap pelaksanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Pembelajaran yang mengakomodir seluruh kebutuhan peserta didik dari minat, kesiapan belajar dan profil belajar peserta didik. Selain itu, saya juga mendapatkan pemahaman mengenai strategi diferensiasi, meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk. Meskipun selama ini saya pernah melakukan kegiatan pembelajaran di kelas yang saya rasa bisa mengakomodasi kesiapan belajar siswa yang berbeda-beda, tetapi hal itu masih mengandung miskonsepsi dengan pembelajaran berdiferensiasi. Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi ini , saya mendapat pemahaman yang utuh tentang pembelajaran berdiferensiasi.

 

Penerapan

Sebelum melaksanakan pembelajaran, seperti biasa saya akan memetakan kebutuhan belajar siswa melalui asesmen diagnosis, survei, pengamatan, dan wawancara. Melalui pemetaan kebutuhan belajar ini, saya bisa merencanakan strategi diferensiasi yang tepat.

Dalam penerapannya di kelas, saya akan melibatkan rekan sejawat untuk mengobservasi dan memberi umpan balik terhadap pembelajaran yang saya lakukan. Melalui umpan balik yang diberikan, saya dapat memperbaiki perencanaan dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan belajar siswa.

Saya juga akan coba memperhatikan kemampuan siswa dalam memilih  aktifitas  belajar  yang  sesuai  dengan  gaya  belajar  yang  dimiliki  akan membantu menghindarkan   siswa   dari   pengalaman   belajar   yang   tidak   tepat, membosankan dan  cenderung  pasif. Oleh  karena  itu  penting  bagi  siswa  untuk memahami gaya belajar yang milikinya agar siswa mampu belajar secara aktif dan efektif serta dapat melakukan improvisasi setiap proses belajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Refleksi Dwimingguan ke 12

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

JURNAL DWIMINGUAN MODUL 2.2