Penerapan Aksinyata Budaya Positif Calon Guru Pengerak

 

MENERAPKAN BUDAYA POSITIF

AKSI NYATA DI SEKOLAH

Oleh   :

Sugandi, S.Pd.I

Calon Guru Pengerak Angkatan 6 Kota Banjar Jawa Barat




Latar Belakang

Murid adalah prioritas utama dalam pendidikan sekolah harus berpihak pada muirid. Sebagaimana yang sudah dijelaskan oleh Ki Hajar Dewan Tara bahwa pendidikan adalah “Pendidikan diartikan sebagai tuntunan dalam hidup tumbuhnya anak-anak; menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”.   Output dari sebuah pendidikan yaitu muridnya yang mempunyai nilai-nilai kebajikan yaitu mempunyai nilai profil pelajar pancasila, maka dari itu perlu menciptakan budaya positif agar terjadi kenyamanan dalam belajar terjadi interaksi sekolah yang ramah anak. Budaya positif ini tentunya perlu dukungan berbagai pihak baik, kepala sekolah, guru, komite, orang tua dan lingkungan masrakat sekitar ini tentunya harus berkolaborasi.

Aksi nayata diperlukan untuk menerapkan dan mempraktekan dilapangan agar materi yang sudah didapatkan dari pendidikan guru pengerak itu bisa memberi warna dilingkungan sekolah khususnya dengan nilai dan peran guru pengerak diharapkan akan membawa sebuah perubahan yaitu sekolah yang mempunyai budaya positif adapun aksinyata yang saya lakukan disekolah saya yaitu : Membuat Keyakina Kelas, Menjadikan Kepemimpinan Siswa, Berkolaborasi, Menerapkan Segitiga Restitusi, Menjadi Coach bagi guru lain, menjadi tauladan bagi murid dan pembelajaran yang berpusat pada murid.

Tujuan

Adapun tujuan aksi nyata yang dilakukan calon guru pngerak yaitu :

1.    Pembiasaan Budaya positif dilingkungan sekolah

2.    Melakukan pembelajaran yang berpusat pada murid yang aktif, kreatif dan menyenangkan

3.    Melatih murid untuk menerapkan nilai-nilai kebajikan 

Tolak Ukur

Kegiatan aksinyata ini perlu tolak ukur agar kegiatan-kegiatan bisa terkontrol dengan baik sehingga sesai dengan apa yang diharapkan maka tolak ukur nya adalah sebagai berikut :

1.    Murid mampu menyelesaikan masalah dan mencari solusi

2.    Murid mampu berkreasi dan aktif dalam pembelaran

3.    Murid mempunyai dan menunjukan nilai-nilai kebajikan

Linimasa tindakan yang akan dilakaukan

Aksinyata ini dilakukan disekolah pada waktu jam kerja mulai dari jam 07.00-14.00 hari senin sampai sabtu untuk kegiatan yang berkaitan dengan siswa ini dilakukan dijam pelajaran, karena saya mengampu mata pelajaran PAIBP mulai dari kelas I sampai kelas VI  saya masuk kekelas dan saya melakukan aksi nyata. Adapaun yang dilakukan dalam aksinyata saya yaitu sebelum belajar melaksanakan program semesta (sepuluh menit tahfidz Al-Quran) diawali dengan shalat dhuha bersama dan membaca Asmaul Husana. Setelah selesai shalat dhuha dilanjutkan dengan membuat keyakinan kelas setelah selesai dilanjutkan dengan kegiatan belajar dengan menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Apabila ada siswa yang berprilaku menyimpang saya melakukan segitiga restitusi untuk menyelesaikan masalah murid ini agar menemukan solusinya.

Dukungan yang dibutuhkan

Dalam mewujudkan tindakan aksinyata ini, tentunya membutuhkan dukungan diberbagai pihak agar aksinyata ini bisa berjalan dengan baik seperti dukungan dari Kepala Sekolah, dengan adanya dukungan kepala sekolah tentunya tidak akan terjadi miskomunikasi sehingga aksinyata yang kita lakukan diketahui oleh kepala sekolah. Kemudian rekan guru dengan adanya dukungan dari rekan guru ini akan semakin terbantu untuk berkolaborasi dalam upaya menciptkan budaya positif. Orang tua murid juga dilibatkan untuk bekerjasama agar apa yang dibutuhkan   murid dalam pelaksanaan aksinyata bisa berjalan lancar.

 








                        Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=tVU6HAcCpB0

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Refleksi Dwimingguan ke 12

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.1 PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

JURNAL DWIMINGUAN MODUL 2.2